Mendidik Sejak diKandungan


Tips Mendidik Anak Sejak di Kandungan

Kapankah anda mulai mendidik anak-anak kita…???

Waktu dia baru lahir, waktu dia sudah bisa bicara, atau waktu dia sudah mulai sekolah…??? Kalau salah satu pilihan  adalah jawaban anda, maka anda telah melewatkan waktu yang lama.

Menurut penelitian ilmah terbaru anak-anak dapat dididik sejak masih dalam kandungan. Wakktu di kandungan otak dan indra pendengaran anak sudah mulai berkembang. Emosi dan kejiwaan ibu, rangsangan suara yang terjadi di sekitar ibu, makanan yang di konsumsi ibu akan sangat mempengaruhi perkembangan otak anak di dalam kandungan.


Ibu hamil yang stress biasanya akan melahirkan anak yang bermasalah. Demikian juga asupan gizi ibu hamil yang tidak memadai akan berpengaruh terhadap perkembangan otak janin.

Tentunya kita semua sering mendengar tentang bagaimana memperdengarkan suara/musik tertantu (musik klasik) akan berpengaruh terhadap kecerdasan anak sejak dalam kandungan. Hal ini dapat di mengerti karena musik dengan irama tertentu dapat menstimulasi otak anak. (Tahukah anda banwa indra pendengaran pada janin sudah mulai berkembang sejak usia kehamilan sekitar 5 bulan)


Dalam agama islam, bahkan mendidik anak dimulai sejak anda memilih pasangan hidup anda. Bagai mana bisa…? Ya, karena memilih pasangan hidup berarti anda memilih mau seperti apa anak anda, bagai mana Ayah/Ibu yang akan mendidiknya, atau bahkan kemungkinan sifat atau kepandaian sepertii apa yang akan dimiliki anak anda.


Nah, kalau anda tidak mau terlambat, maulailah mendidik anak anda sejak sebelum dia lahir. Berikut beberapa tips mendidik anak sejak dia belum dilahirkan.

Harapan orang tua terhadap kelahiran anak sangatlah berpengaruh terhadap kejiwaan anak Anda. Anak yang diharapkan orang tuanya akan merasa nyaman dengan dirinya, sedangkan mereka yg tidak diharapkan orang tuanya, apalagi jika ibunya pernah mencoba menggugurkan kandungannya, akan merasa ditolah dan tidak merasa nyaman dengan dirinya. Jika anda hamil karena KB anda gagal, maka ubahlah perasaan anda, harapkan anak yg ada di dalam kandungan anda. Janganlah merasa terpaksa menerimanya.


Emosi ibu akan sangat berpengaruh terhadap emosi anak yang akan lahir nantinya.  Para calon ibu, jika anda ingin melahirkan anak yang pandai, kuat, mandiri, janganlah gampang mengeluh atau manja terhadap pasangan atau keluarga anda. Anda tentu tidak ingin anak anda gampang putus asa  dan gampang mengeluh kan..?

Selalu berpikir positif dan berperanglah terhadap emosi anda sendiri. Ibu yang kuat akan melahirkan anak-anak yang kuat.

Bagi para calon bapak dan keluarga ibu lainnya, jagalah emosi para calon ibu. Pertengkaran dan kekecewaan akan berpengaruh terhadap emosi calon anak anda.


Sejak kehamilan bulan ke-5 mulailah memperdengarkan musik-musik klasik seperti Mozart. Jangan lah memperdengarkan musik-musik/suara-suara keras seperti musik rock. hal tersebut akan membuat calon bayi anda gelisah.

Stimulasi kandungan dengan elusan dan tepukan halus. Jika si janin mulai menendang perut anda, balaslah dengan tepukan halus di tempat dia menendang. Hal ini akan mengajarkan kepadanya bahwa setiap tindakannya akan memberikan respon pada ibunya.


Ajaklah bicara calon bayi anda sejak awal , tidak ada kata terlalu cepat, Jika indara pendengarannya mulai berkembang, berarti suara anda pun sudah bisa dia dengar. Perbanyak ibadah dan mengaji, alunan suara ibu yang sedang mengaji akan menstimulasi dan menenangkan calon bayi anda.

Koansumsilah makanan yang halal, dan bergizi serta berprotein tinggi. Hindari makanan haram, makanan junk food, makanan instan, kopi, dan merokok.


Bagi anda yang belum berkeluarga pertimbangkan dengan cermat calon pasangan hidup anda, seperti dia dibesarkan dan dididik, karena biasanya akan seperti itulah dia akan membesarkan calon anak anda. (walaupun tidak semuanya sama), namun sebaiknya berhati2lah anda dalam menentukan pasangan hidup anda.

Sumber : Cara Pintar & Bijak  Mendidik Anak/Esti Sukapsih, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s